TIP'S MEMBANGUN RUMAH IDAMAN
- Pondasi rumah - Ada berbagai macam pondasi, pondasi lajur untuk rumah 1 lantai, pondasi cakar ayam untuk rumah tingkat, untuk rumah standar cukup itu, karena untuk bangunan selain rumah masih ada lagi variasi pondasi sesuai kebutuhannya. Gunakan batu kali utk kualitas prima dengan kedalaman 60 cm, untuk menghemat biar murah alternatifnya adalah batu putih atau batu gunung, bisa juga dengan menggunakan batako atau batubata jika tidak ada dana untuk membeli batu. Yang penting Anda paham kualitas juga akan mengikuti harga.
- Pemilihan rangka baja - Gunakan besi minimal ukuran 8mm untuk rumah standar 1 lantai, atau jika terpaksa lantai atas rumah tingkat masih bisa menggunakan 8 mm untuk tiang bantu (bukan tiang utama) seperti kolom pada dinding kamar atau pertemuan sudut-sudut ruang, jika Anda mampu membeli lebih besar lebih baik misal 8 mm atau 10 mm.
- Kusen dan jendela serta pintu - Pilihlah jati jika Anda mampu membeli, atau untuk daerah luar jawa dapat menggunakan kayu Bengkirai. Jika ingin lebih murah, bisa menggunakan kayu mahoni, kayu mahoni warnanya bagus dan juga cukup kuat untuk kusen, jendela, dan pintu. Jika masih belum cukup murah, Anda bisa menggunakna alternatif kayu lain seperti nangka, akasia, dll. Meskipun kualitas lebih rendah jika diolah dengan baik seperti kayu cukup kering kemudian segera dicat (tidak membiarkan kena panas dan air hujan setelah dipasang di rumah), maka kayu akan tetap terjaga kualitasnya meskipun masih lebih rendah dari kayu kelas jati dan bengkirai.
- Dinding - Dinding bahan dari bata adalah yang terbaik untuk bangunan rumah beton, meskipun tetap harus jeli memilih bata, karena tergantung jenis tanah dan proses pembakarannya. Jika ingin biayanya murah, gunakan batako, batako sudah cukup kuat, dan keindahannya pun sama dengan bata jika sudah diplester karena nanti tidak akan kelihatan, menggunakan batako jauh lebih murah. Untuk dinding ruangan dalam, agar biayanya lebih murah lagi, Anda dapat menggunakan board, board dibuat dari fiber semen bukan asbes sehingga aman untuk kesehatan. Hasil finishing juga sangat bagus setelah dicat, bahan ini sering sekali digunakan untuk partisi ruangan di kantor-kantor. Ada berbagai macam ketebalan, sesuaikan dengan dana yang Anda miliki.
Itulah ringkasan cara membangun rumah sendiri agar biayanya murah bagian 1, sekarang mari kita lanjutkan.
Lantai
Lantai yang paling nyaman tentunya adalah lantai keramik, selain kuat
lantai ini juga enak dipandang, tapi karena biaya itu sangat menentukan
suatu bangunan, maka kita harus pintar memilih agar kita tetap dapat
membangun rumah tapi dengan biaya yang murah meriah.
Kita mulai dulu dari lantai keramik, ada berbagai macam jenis keramik,
dari ukurannya lantai rumah dapat menggunakan 30 x 30, atau 40 x 40,
atau 50 x 50, saya juga pernah menemukan ada 45 x 45 tapi jarang, masih
ada yang lebih besar 60 x 60 tapi ini lebih cocok untuk bangunan yang
besar. Umumnya rumah 1 lantai atau 2 lantai menggunakan keramik 40 cm.
Tapi ada berbagai merek di pasaran, pilihlah yang harganya
tengah-tengah, jangan terlalu murah, tapi boleh saja membeli yang mahal
jika mampu. Keramik yang terlalu murah biasanya mudah sekali tergores,
bahkan hanya dengan bahan seperti pasir yang tergeser oleh benda biasa
aja sudah bisa membuat goresan apalagi terkena sudut lemari atau meja
kursi saat memindah furniture tesebut.
Menggunakan keramik membutuhkan biaya bukan hanya untuk beli keramik
saja, tapi pengerjaan yang butuh waktu agar hasilnya rapi membuat biaya
upahnya jadi lebih tinggi, begitu pula adukan semen, akan berbeda dengan
dinding bagian atas, karena untuk menghindari kelembaban dari
meresapnya air dari bawah, campuran pasir dan semen juga berbeda,
misalkan 1:6 atau 1:5, karena jika terlalu sedikit semen, jika tanahnya
di daerah lembab makan akan ada kecenderungan meresapnya air meskipun
tidak seberapa karena keramik sudah sangat padat.
Lantai semen tanpa keramik
Jika belum ada uang untuk membeli keramik, Anda dapat membuat lantai
dengan semen biasa, agar tidak kasar, buatlah sehalus mungkin seperti
acian pada dinding, agar mudah dibersihkan, disapu, dan dipel. Untuk
memperindahnya Anda dapat menggunakan karpet platik, sehingga suasana
lantai akan indah seperti layaknya lantai keramik.
Lantai tanpa keramik ini akan lebih sering lembab apalagi jika adukan
semennya hanya standar atau bahkan dihemat sehingga air akan dengan
mudah masuk melalui pori-porinya. Baik lantai tanpa keramik maupun
menggunakan keramik, biasanya ketebalan semennya berkisar antara 3 - 5
cm.
Lantai kayu
Di beberapa daerah seperti luar jawa masih ada yang menggunakan lantai
dari susunan kayu, meskipun sekarang ini sudah ditinggalkan, bukan
karena tidak bagus, tapi karena kayu itu sendiri yang sudah sulit
didapat dan harganya pun mahal jika masih ada.
Lantai konblok
Bahan ini dapat Anda gunakan untuk lantai dapur atau area terbuka
belakang tempat menaruh mesin cuci, tempat cucian piring, maupun kompor.
Biayanya akan lebih hemat dan murah karena hanya disusun saja dan dapat
digunakan lagi lain waktu meskipun harus Anda bongkar-bongkar.
Kamar mandi
Lantai kamar mandi
Khusus kamar mandi, gunakan adukan semen pasir 1:2 untuk lantai dan 1:4
untuk separuh dinding bagian bawah. Ini berfungsi untuk mencegah air
meresap dan merembes ke bagian luar kamar mandi.
Pintu kamar mandi
Pintu kamar mandi dapat menggunakan fiber, ada harga murah ada juga yang
mahal, yang murah ada yang hanya 80.000, bila ingin lebih murah lagi
buat saja sendiri dengan kayu reng dan seng.
Pipa sanitasi
Sanitasi itu sangat penting, tidak bisa dihindari, ini harus ada. Tapi
harga pipa pvc lumayan, tapi bila Anda ingin murah, belilah pipa pvc
merek biasa, meskipun ini rawan pecah, solusinya adalah untuk pipa
saluran dari wc dan juga pembuangan sisa air mandi dapat Anda cor dengan
campuran pasir semen standar, ini akan lebih hemat, saluran tetap
menggunakan pipa pvc tapi tidak akan pecah karena sudah dilindungi oleh
cor disekelilingnya.
Sedangkan pipa untuk keran air bebas, menggunakan pipa merek biasapun
tidak ada masalah, karena hanya mengalirkan air dengan volume yang
kecil, tetap tahan bertahun-tahun. Jadi membangun rumah dengan biaya
murah itu bukan berarti kualitasnya selalu rendah, semua tergantung
pemahaman Anda terhadap bahan-bahan dan tipsnya. Saya justru sering
menemukan, rumah mahal dengan kualitas rendah, dengan memahami ini
semua, Anda justru bisa membuat rumah dengan kualitas prima tapi
harganya lebih murah.
Atap
Atap terdiri dari rangka atap dan atap, rangka atap dapat terbuat dari
bahan kayu maupun logam. Bahan kayu sudah umum digunakan, di daerah jawa
rata-rata menggunakan kayu glugu (kayu dari pohon kelapa), penggunaan
kayu glugu karena harganya lebih murah tapi daya tahannya cukup kuat.
Pilihlah kayu glugu yang warnanya kemerahan karena lebih tua sehingga
lebih keras, Anda juga dapat mengukur kualitasnya dengan mencoba
menekannya menggunakan kuku atau paku apakah kayu tersebut keras atau
rapuh. Kayu glugu tersebut digunakan sebagai rangka utama, kemudian jika
menggunakan atap genteng Anda membutuhkan reng, ada berbagai macam
variasi kayu yang bisa untuk reng, seperti kayu dari pohon melinjo, ini
yang cukup murah dan umum digunakan, bila ingin lebih kuat pilihlah reng
dari kayu akasia, atau lebih baik lagi menggunakan kayu kalimantan
seperti bengkirai, sesuaikan kayu reng dengan rangka utama atap agar
kekuatannya seimbang.
Baru-baru ini rangka atap mulai menggunakan baja ringan atau sering
disebut dengan hollow metal. Atap ini ringan tetapi kuat, pemasangannya
mudah dan awet karena tidak akan diserang bubuk. Tetapi tentunya
harganya lebih tinggi dibandingkan dengan kayu biasa yang cenderung
lebih murah.
Dalam membangun rumah sendiri Anda dapat memilih atap berupa genteng
keramik, genteng beton, atau asbes. Masing-masing memiliki kelebihan,
tentang atap akan kita ulas di artikel yang berbeda saja.
Demikianlah cara membangun rumah sendiri agar biayanya murah bagian 2, baca juga tentang cara cara membangun rumah sendiri dalam hal proses pembangunan, semoga informasi ini dapat memberikan manfaat.

Komentar
Posting Komentar